Metabolisme Protein,Karbohidrat Dan Lemak Dalam Tubuh
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Makhluk
hidup pasti melakukan metabolisme dalam hidupnya. Siklus metabolisme ini
terdiri atas pembentukan ataupun penguraian. Pembentukan senyawa yang sederhana
menjadi senyawa yang lebih kompleks dengan menggunakan energi disebut sebagai
anabolisme, sedangkan mtabolisme yang merombak zat simpan (karbohidrat) dan
menghasilkan energi untuk melakukan aktifitas disebut dengan katabolisme.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia dimana terjadi proses pembentukan zat
makanan atau energi simpanan yaitu glukosa yang dilakukan oleh tumbuhan, alga,
dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air
serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Sedangkan respirasi adalah
bagian tak terpisahkan dalam siklus metabolisme makhluk hidup. Respirasi
merupakan suatu proses dimana energi yang disimpan dalam bentuk karbohidrat,
lemak dan protein diubah menjadi energi ATP untuk dapat melakukan kegiatan
misalkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang bersangkutan.
Bila fotosintesis dan respirasi terganggu maka itu artinya seluruh siklus
metabolisme tidak akan terjadi dengan baik. Apabila respirasi tidak berlangsung
maka tidak akan terjadi pertumbuhan, selain itu energi juga tidak dihasilkan
untuk dapat mengadakan pembentukan zat simpan misalkan pada fotosintesis.
Mengingat pada pentingnya peran keduanya berkaitan dengan metabolisme pada
tanaman budidaya, maka kita harus terus mengembangkan pembahasan terkait
fotosintesis dan respirasi. Dengan harapan akan ditemukan cara untuk meningkatkan
efisiensi dari metabolisme sehingga dengan substrat yang sedikit dapat
menghasilkan energi yang maksimal dan mendukung pertumbuhan tanaman budidaya
dengan baik.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah
ini adalah pengertian dan definisi metabolism, peranan Karbohidrat, Lemak dan
Protein dalam metabolime tubuh.
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui pengertian dan
definisi metabolism, peranan Karbohidrat, Lemak dan Protein dalam metabolime
tubuh.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metabolisme
Karbohidrat
A. Pengertian Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun atas
unsur-unsur C, H, dan O dan memiliki rumus umum Cn(H2O)nCnH2nOn
.Karbohidrat di perlukan untuk menyediakan tenaga dan membuat tubuh tetap semangat . sekitar 65% dari makanan
yang di konsumsi harus berbentuk karbohidrat kompleks seperti buah-buahan dan
sayur-sayuran.
Contohnya, glukosa
memiliki rumus molekul C6H12O6 yang dapat ditulis sebagai C6(H2O)6.
struktur glukosa
Karbohidrat
dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Monosakarida: fruktosa,
glukosa, dan galaktosa.
2. Disakarida: maltosa, sukrosa, dan laktosa.
3. Polisakarida: tepung (amilum), selulosa, dan glikogen.
2. Disakarida: maltosa, sukrosa, dan laktosa.
3. Polisakarida: tepung (amilum), selulosa, dan glikogen.
B. Fungsi Karbohidrat
a. Sumber kalori (1 gram = 4,1 kalori)
b. Membentuk senyawa-senyawa
c. Organik seperti lemak dan protein.
d. Menjaga keseimbangan asam basa
dalam tubuh.
dalam tubuh.
C. Sumber Karbohidrat
contoh sumber
karbohidrat: Beras, gandum, jagung, kentang,umbi-umbian, gula, dll.
D.
Metabolisme Karbohidrat
Di dalam sistem
pencernaan, karbohidrat mengalami degradasi dengan bantuan enzim, seperti:
a. Enzim amilase: Berfungsi menguraikan molekul amilum (pati) menjadi maltosa.
b. Enzim maltase: Berfungsi menguraikan molekul maltosa menjadi glukosa.
c. Enzim sukrase: Berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Enzim laktase: Berfungsi menguraikan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Enzim selulose: Berfungsi menguraikan selulosa menjadi selobiosa.
f. Enzim pektinase: Berfungsi menguraikan pektin menjadi asam pektin.
g. Enzim dektrase: Berfungsi menguraikan amilum menjadi dektrin.
a. Enzim amilase: Berfungsi menguraikan molekul amilum (pati) menjadi maltosa.
b. Enzim maltase: Berfungsi menguraikan molekul maltosa menjadi glukosa.
c. Enzim sukrase: Berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Enzim laktase: Berfungsi menguraikan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Enzim selulose: Berfungsi menguraikan selulosa menjadi selobiosa.
f. Enzim pektinase: Berfungsi menguraikan pektin menjadi asam pektin.
g. Enzim dektrase: Berfungsi menguraikan amilum menjadi dektrin.
2.2 METABOLISME LEMAK/LIPID
A. Pengertian Lemak
(Lipid)
Lemak merupakan sumber utama energi tubuh . tetapi
sebaiknya hanya 15% dari makanan yang berasal dari lemak . Lemak tersusun atas
unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Terdiri atas asam lemak
dan gliserin atau gliserol.
struktur umum
molekul lemak (lipid)
B. Fungsi Lemak:
Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon
(estrogen,progesteron dan testosteron), membantu transport vitamin yang larut
lemak (A,D,E,K), sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta
pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. Penghasil energi - 1 gram lemak
mengandung 9 kalori (2,5 x energi pada karbohidrat dan
protein).Pembangun/pembentuk struktur tubuh - Lemak biasanya disimpan
dalam jaringan adiposa (di bawah kulit/subcutaneous tissues 50%, alat tubuh
dalam rongga perut 45% dan 5% dalam otot), yang berfungsi sebagai pelindung
organ tubuh dan mengatur suhu tubuh Kurangnya lemak dalam makanan juga akan
menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik. Dalam saluran
pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung
dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan
lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan
yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama
dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak.
Salah satu fungsi
lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung
9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain
dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak.
Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak
dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai
bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam
tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks.
Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi
sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan
pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di
bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga
berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.
Sedangkan fungsi
lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih, memberikan kualitas
renyah (terutama pada makanan yang digoreng), serta memberikan sifat empuk pada
kue. Lemak yang terdapat dalam bahan makanan sekitar 90%nya merupakan lemak
dalam bentuk trigliserida, sedangkan sisanya 10% adalah dalam bentuk kolesterol dan fosfolipid.
Lemak yang berasal dari produk hewani umumnya
mengandung sejumlah besar asam lemak jenuh. Sebaliknya produk makanan nabati,
kecuali minyak kelapa, mengandung sejumlah besar asam lemak tidak jenuh
berantai panjang. Perlu diketahui, semakin banyak lemak jenuh yang kita
konsumsi, maka akan semakin tinggi pula kadar kolesterol dalam darah kita.
C. Sifat-sifat lemak
- Mengapung pada permukaan air
- Tidak larut dalam air
- Mencair pada suhu tertentu
- Melarutkan vitamin A, D, E, dan K
D.
Macam-macam Lemak
a. Lemak sederhana, misalnya lemak
dan minyak.
b. Lemak campuran, yaitu campuran
antara senyawa lemak dengan zat-zat lain, misalnya fosfolipid dan protein.
Berdasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak dapat dibagi menjadi:
a. Asam lemak jenuh
Lemak jenuh sebaiknya di
konsumsi dalam jumlah sedikit.
Contoh: makanan yang berasal dari hewan.
Contoh: makanan yang berasal dari hewan.
b. Asam lemak tak jenuh
Lemak tak jenuh merupakan lemak yang baik bagi kesehatan karena kolesterol
dalam tubuh digunakan oleh hati sebagai bahan utama untuk mensintesis
asam empedu, dan garam empedu lainnya. Tetapi kadar kolesterol dalam darah
yang melebihi normal dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan
pembuluh darah sehingga mempertinggi risiko penyakit jantung koroner.
E.
Sumber Lemak
Sumber lemak
dibagi menjadi:
a. Lemak Hewani (Keju, daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur)
b. Lemak Nabati (Kelapa, kacang-kacangan, kemiri, dan buah alpukat)
a. Lemak Hewani (Keju, daging, mentega, susu, ikan basah, minyak ikan, dan telur)
b. Lemak Nabati (Kelapa, kacang-kacangan, kemiri, dan buah alpukat)
F.
Metabolisme Lemak
Sintesa lemak disebut lipogenesis,
terjadi di sitoplasma, dibantu enzim
lipase.
lipase.
Secara umum sintesa lemak dibagi dalam
3 bagian, yaitu:
a. Pembentukan gliserol
Dari senyawa antara glikolisis, yaitu dihidroksi aseton fosfat yang diubah menjadi senyawa fosfogliseraldehida.
Dari senyawa antara glikolisis, yaitu dihidroksi aseton fosfat yang diubah menjadi senyawa fosfogliseraldehida.
b. Pembentukan asam lemak
Dari penambahan berulang senyawa berkarbon dua (C2), yaitu malonil CoA dari Asetil CoA dalam siklus Krebs.
Dari penambahan berulang senyawa berkarbon dua (C2), yaitu malonil CoA dari Asetil CoA dalam siklus Krebs.
c. Penggabungan gliserol dengan asam lemak
2.3
Metabolisme Protein
A.
Pengertian protein
Protein merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal
dari bahasa Yunani “protos” yang memiliki arti “yang paling
utama”.
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan memperbaiki
sel-sel yang rusak. Lebih kurang 20% dari makanan kita harus dalam bentuk
protein.
Protein tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H),
oksigen (N), kadang-kadang unsur phosphor (P), dan sulfur (S).
B.
Pembentuk Protein
Protein dibentuk dari asam amino, yaitu:
1.
Asam amino
esensial yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk
oleh tubuh.
oleh tubuh.
Ada 8 asam amino
esensial , yaitu: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin,
triptofan, treonin, dan fenilalanin.
2.
Asam amino
nonesensial, yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh.
Contoh: alanin,
asparagin, glisin, glutamin, dan prolin.
C.
Fungsi Protein
Dalam tubuh kita
protein mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
1.
Bahan enzim untuk mengatalisis
reaksi-reaksi biokimia, misalnya tripsin.
2.
Protein cadangan, disimpan dalam
beberapa bahan sebagai cadangan makanan, misalnya dalam lapisan aleuron (
biji jagung ), ovalbumin (putih telur).
3.
Protein transport, mentransfer zat-zat
atau unsur-unsur tertentu, misalnya hemoglobin untuk mengikat O2.
4.
Protein kontraktil, untuk kontraksi
jaringan tertentu, misalnya miosin untuk kontraksi otot .
5.
Protein pelindung, melindungi tubuh
terhadap zat-zat asing, misalnya antibodi yang mengadakan perlawanan terhadap
masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh.
6.
Toksin, merupakan racun yang berasal
dari hewan, tumbuhan, misalnya bisa ular.
7.
Hormon, merupakan protein yang
berfungsi sebagai pengatur prosesproses dalam tubuh, misalnya hormon insulin,
pada hewan hormon
auksin dan gibberellin pada tumbuhan.
auksin dan gibberellin pada tumbuhan.
8.
Protein struktural, merupakan protein
yang menyusun struktur sel,
jaringan dan tubuh organisme hidup, misalnya glikoprotein untuk dinding sel, keratin untuk rambut dan bulu.
jaringan dan tubuh organisme hidup, misalnya glikoprotein untuk dinding sel, keratin untuk rambut dan bulu.
9.
Membangun sel-sel yang rusak.
10.
Sumber energi.
11.
Pengatur asam basa darah.
12.
Keseimbangan cairan tubuh.
13.
Pembentuk antibodi.
D.
Sumber Protein
Berdasarkan
sumbernya, protein ada 2 macam, yaitu:
a. Protein hewani
Yaitu protein yang berasal dari hewan, contohnya: daging, ikan, telur, susu, dan keju.
b. Protein nabati
Yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contohnya: kacang kacangan.
Kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar (hongeroedem) dan kwashiorkor.
a. Protein hewani
Yaitu protein yang berasal dari hewan, contohnya: daging, ikan, telur, susu, dan keju.
b. Protein nabati
Yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contohnya: kacang kacangan.
Kekurangan protein dapat menyebabkan busung lapar (hongeroedem) dan kwashiorkor.
E. Metabolisme Protein
1.
Metabolisme protein dikatalisis oleh
beberapa enzim, yaitu:
Pepsin, merombak protein menjadi asam amino.
Pepsin, merombak protein menjadi asam amino.
2.
Renin, mengubah kaseinogen menjadi kasein (susu) yang
diaktifkan oleh susu.
3.
Kemotripsin, menguraikan protein menjadi peptida
dan asam-asam amino.
4.
Tripsin, mengubah protein menjadi peptida dan
asam amino.
5.
Erepsin, mengubah pepton menjadi asam amino.
6.
Peptidase, mengubah polipeptida menjadi
asam-asam amino.
Protein diserap
oleh dinding usus dalam bentuk asam amino, melalui pembuluh darah vena
porta menuju ke hati. Pada proses metabolisme asam amino, proses
dekarboksilasi yang memisahkan gugusan karboksil dengan asam amino menjadi ikatan baru, yang merupakan zat antara yang
masih mengandung unsur nitrogen. Selanjutnya, terjadi proses transaminasi yang
menghasilkan pemindahan gugusan asam amino (NH2) dari
asam amino ke ikatan lain, menjadi asam amino yang berbeda dengan
asam amino yang pertama.
BAB III
P E N U T U P
3.1 Kesimpulan
Karbohidrat,
lemak, dan protein merupakan sumber energi bagi
tubuh makhluk hidup. Sebagai sumber energi, lemak dan protein dapat
diubah menjadi karbohidrat. Demikian pula karbohidrat dapat diubah menjadi lemak, namun sebagai sumber energi utama adalah karbohidrat.
3.2 Saran
Dengan
dibuatnya makalah ini,penulis menyarankan bagi para pembaca untuk lebih
memahami tentang proses metabolisme karbohidrat,lemak,dan protein .
DAFTAR PUSTAKA
Sediaoetomo,Djaeni Achmad Dr Prof.2006.jilid 2.ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi.Jakarta:Dian rakyat
Junaidi,Iskandar dr.Ensiklopedia vitamin,mineral,zat
berkhasiat lainnya.Jakarta Barat:PT Bhuana ilmu populer
Almatsier,Sunita.2002.Prinsip
dasar ilmu gizi.Jakarta:Gramedia Pustaka utama
Smith,Marks.Biokimia
kedokteran dasar.Jakarta:EGC
Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa:
Adji Dharma, Jakarta, EGC
Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi,
Karbohidrat dan Lipid, Bandung, ITB
Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia dasar B,
Jakarta, FKUI
Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul,
Bandung, Alfabeta
Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasar-dasar Biokimia,
Bandung, UI Press